Bab 13

1398 Words

Untuk apa takut sama perjaka, kalau duda saja kamu cinta. Sebuah tangan kecil sejak tadi menarik-narik pakaian Ora. Bersamaan dengan itu, telinganya juga mendengar panggilan penuh kasih sayang. Walau terdengar terbata-bata, Ora yakin itu suara manusia. Mana ada hantu di mall seramai ini. Setelah lama merasakan bajunya ditarik dengan panggilan lembut tersebut akhirnya Ora menyerah, melirik ke bawah dimana ada seorang anak laki-laki yang tingginya hanya sebatas paha sedang menatapnya penuh rindu. Rindu? Tidak salah ini? Bukannya laki-laki dewasa yang merindukannya, ini malah balita kecil yang bahkan tidak pakai celana. Dek, urusin dulu burungmu. Baru deh bisa rindu sama kakak cantik ini. Gumam bibirnya pelan. "Ma .. Ma" ulangnya kembali. Ora mengerjab bingung. Dia menunjuk dirinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD