Bab 31

1644 Words

Cinta itu soal perasaan bukan soal ukuran besaran. Kedua kelopak mata mungil itu terbuka lebar. Setelah berada cukup lama di dalam ruang tindakan, lalu dibawa ke ruangan rawat barulah Idni membuka kedua matanya. Mengerjab lemah berkali-kali kemudian tangannya yang tidak tertancap infus bergerak-gerak ke atas. Seorang pengasuh yang memang sudah menjaga Idni sejak bayi langsung mendekati bocah itu. Tersenyum bahagia sambil mengusap lembut pipi mulus Idni. "Adek Idni sudah bangun. Mau mimik sayang?" Tegurnya. Idni menggeleng cepat. Tangan mungilnya kini meraba-raba kepalanya yang tertutup dengan perban. Mungkin balita itu merasa kebas dibagian sana, hingga dia penasaran ada apa dibagian kepalanya. Apa mungkin ada alien yang sedang nongkrong sambil mimik s**u? "Ma.. Ma.." Ucap Idni pelan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD