CHAPTER 18 : KELEGAAN

1630 Words

"Bunda!?" "Aries …," lirih Astrid, dari matanya sudah meneteskan air mata. Seketika keheningan terjadi di ruang keluarga itu. Pandu dan Sari pun dibuat heran. Apa Astrid mengenal Aries sebelumnya? "Nenek nangis?" Venus yang duduk di pangkuan Astrid tangannya terulur mengusap pipi wanita paruh baya itu. Aries di sana masih terdiam kaku, seakan tak percaya, ia menatap lekat sang bunda dan pria di sebelah bundanya. Ia mengorek ingatan masa kecilnya, sepertinya dia tahu pria yang bernama Fandi itu. "Aries …," Astrid berusaha memanggil lagi, bertepatan suara Azan berkumandang. Aries yang sadar segera melangkah menuju kamar, tanpa berkata apapun. Setelah selesai membersihkan diri dan menunaikan sholat, Aries masih termenung, tak ada tanda-tanda ia ingin keluar kamar. "Bunda masih hid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD