Sebuah nomor tak dikenal tertera di layar ponsel Auris saat sedang menikmati steak di kawasan Kemang. "Angkat," kata Jeny ketika nomor itu terus memanggil. "Biarin aja, nggak kenal nomornya." Satu pesan masuk dari nomor itu. Ia membuka tanpa mengangkat. Ini aku Ferhad Lucky, angkat teleponnya aku mau bicara, atau beri tahu aku kamu di mana, kita ketemu bisakan. Auris mengabaikan setelah membaca. Berbeda dengan Jeny dan Sasya. "Ferhad Lucky kamu abaikan?" ucap Jeny. "Bisa," Sasya merebut ponsel namun gagal. "Biar aku yang jawab, bisa. Bilang kita di sini." "Enggak, Sasya Tandibyo!" gertak Auris. Ponsel kembali berbunyi. Mereka mengira Auris akhirnya menerima panggilan yang mereka tahu persis siapa dia, begitu pun berita yang sudah tersebar mengenai dia d

