Intinya

1006 Words

Yang suka ngaku penggemarnya Pak Satya, wajib tap bintang sebelum baca... "Wilda..." panggilnya lirih dengan senyum bahagia. Selanjutnya momen awkward terjadi diantara kami, rasanya begitu canggung saat kami bertemu kembali setelah kejadian yang membuatku untuk menjauhinya. Mas Satya berdiri tepat disamping meja pantry dengan pandangan yang sulit kuartikan. Kulihat ia tersenyum sambil mengernyitkam dahinya. Mungkin tersirat tanda tanya tentang kedatanganku kesini. Berdehem mencoba mencairkan suasana. "kamu udah baikan Mas?" tanyaku Kembali ia menarik kedua sudut bibirnya. "jauh lebih baik dengan kedatangan kamu" "kamu duduk dulu, mau dibuatin minuman hangat sebelum sarapan?" "boleh" katanya kemudian duduk di meja pantri dengan menautkan kedua tangannya diatas meja. Gerak gerikku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD