III

1373 Words
"Apa maksudnya pengawal pribadi!" Kata mereka (Cheng, mingming, xuexue, Qingyu, Jinjin) bersamaan. "Hamba ini siap menjadi pengawal pribadi nona!" "Bagus! Sebelum itu namamu siapa?" "Saya Gong Yi" "Jían kamu sudah punya kami berlima yang menjagamu mengapa kau menjadikannya pengawal pribadi?" Sergap Cheng. "Kalian berbeda dengannya. Tak usah protes. Atau kalian akan ku kurung selama 1 bulan di ruang angkasa!" Mereka berlima langsung diam setelah mendengar perkataan Jían. Tidak keluar selama 1 bulan bisa bisa mereka mati kebosanan. "Kesinikan tanganmu." Jían mulai menggengam tangan Gong Yi untuk membuat tanda (bunga red spiyer lily). Saat itu juga Gong Yi merasakan bahwa ia merasakan sampai ke ubun ubun. "Apa yang kau lakukan nona. Ini menyakitkan." "Hanya membuat tanda. Jika kau berani mengkhianatiku maka kau akan segera menuju kematian." Kata Jían dingin. "Saya berjanji tidak akan mengkhianati nona." "Yayaya... aku percaya. Sekarang kau pergilah ke kerajaan Zhou dan awasi keluarga jendral Chen. Jika ada yang mencurigakan segera laporkan lewat fikiran." "Baik nona hamba ini akan melakukannya. Tapi sebelumnya bolehkah hamba ini meminta pedang dan membalas dendam dahulu?" "Tentu saja lakukan apa yang kau mau. Cheng bisa tolong ambilkan pedang yang di ruang angkasa?" "Pedang yang mana Jían?" "Pedang apa saja yang penting berkualitas" Cheng segera pergi keruang angkasa. Sementara itu Gong Yi merasa takjub pada Jían. "Nona mempunyai ruang angkasa?!" "Ya" "Bagaimana bisa, ruang angkasa sudah lenyap dari dunia ini. Anda benar benar hebat nona" kata Gong Yi sambil memberi jempol (?) kepada Jían. Cheng segera kembali dan menyerahkan pedang itu kepada Gong Yi. "Ini.... ini.. ini kan pedang elucidator. Ini terlalu bagus untuk saya. Hamba ini tidak pantas untuk menerimanya." "Hah elucidator? Bukannya semua pedang Sama saja? Kau pakai itu saja tak apa, Dan pergilah sekarang atau...." "Maafkan saya nona. Saya akan pergi sekarang." Kata Gong Yi yang langsung lari menggunakan teknik qingqong. "Cheng jelaskan padaku tentang pedang elucidator?" "Elucidator adalah pedang hitam gelap dengan trim abu-abu yang merata dan cukup kuat. Dan gagang pedang elucidator terhubung dengan pelindung Tangannya sehingga membantu pengguna untuk mempertahankan genggamannya." "Ooh.. tapi di ruanganku masih ada pedang Yang lebih Bagus daripada pedang elucidator kan?" Tanya Jían. "Tentu saja masih ada yang lebih bagus" jelas Cheng. "Ini sudah sore kalian kembalilah ke ruang angkasa, besok aku akan berlatih s*****a bersama kalian." "Baik!" Mereka berlima segera menghilang dari pandangan Jían. Besoknya ~ "Lan! Lea! Cepatlah keluar." "Iya kami datang!" Seru mereka bersamaan. "Apa yang akan kita lakukan Jían?" Tanya Lea. "Lihat saja nanti. Ini adalah hadiah untuk kalian karena selama ini kalian sudah membantuku." Jelas Jían "Selama ini kami tulus membantumu. Kami tidak perlu mendapat hadiah, melihatmu bahagia itu sudah cukup." Kata Lan. "Kami berjanji untuk selalu berada disampingmu,Kami tidak akan meninggalkanmu." Kata Jían "Terimakasih kalian memang yang terbaik. Tapis kalian sudah melalui kesuliatan karenaku, jadi kuberikan hadiah ini padamu." "Kalian diamlah aku perlu berkonsentrasi sebentar." Jían mengarahkan kedua tangannya ke arah gubuk itu. Tangannya bergerak dengan Indah. Jían membayangkan isi gubuknya. Setelah beberapa menit ia selesai. "Ya kalian masuklah kedalam." "Hah?" Mereka berdua keheranan. "Sudah jangan bingung, cepat masuk kedalam" Saat Lan dan Lea membuka pintu, mereka terperangah dengan ruangan yang ada didalamnya. Bagaimana mungkin ruangan yang tadinya buluk dan tidak layak dihuni kini begitu mewah. Dinding yang berwarna emas bercorak burung Phoenix diikuti keempat hewan lainnya dan hiasan yang begitu indah terpajang di semua sudut ruangan serta kamar nyaman yang dilengkapi dengan perlengkapan terbaik. Jían merasa puas dengan hasilnya. "Ini benar benar indah! Bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini" "Itu rahasia. Hehehe..." kata Jían sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir. "Aku merubah penampilan dalam gubuk ini tapi kalau penampilan luar tak aku ubah supaya orang tidak curiga." "Kau yang terbaik ?." Kata Lan "Ngomong ngomong kapan kita akan kembali ke ibu kota?" "Sekitar 3 bulan lagi, tepat pada hari ulang tahunmu" 'Ahh.. masih lama. Ini kesempatan yang bagus untuk meningkatkan kemampuanku. Aku akan melatih LAN serta Lea juga kalau begitu.' "Kalau begitu sekarang kalian ke kamar dan mulailah berkultivasi selama 1 bulan. Minumlah ini selama kalian berkultivasi." Kata Jían sambil memberikan 2 botol porselen yang masing masing berisi 10 pil kultivasi tingkat 3. "Ini ini pil kultivasi tingkat 3. Kau benar benar hebat." "Apakah tak apa kita menerima ini? Pil ini sangat sulit ditemukan dan mahal." "Tenang saja aku masih punya banyak di ruanganku. Kalau kurang kalian beritahu aku saja. Oiya kalian jangan masuk ke kamarku selama 1 bulan ini aku harus fokus meningkatkan kemampuanmu" "Baik" Setelah kejutan itu mereka mulai berkultivasi, sedangkan Jían pergi ke ruang angkasa untuk mengasah kemampuan senjatanya. "Hei aku kembali. Kalian dimana? Sepi sekali disini. Apakah mereka sedang tidur?" Ketika Jían melangkah ke dalam. Jder! Suara itu datang dari dapur "Uhuk.. Uhuk.. bagaimana mungkin bisa gagal." Kata jinjin "Kalian sedang apa?. Pffttt bwahahaa.. kenapa muka kalian bisa berwarna putih seperti itu bwahahahaha. Apakah kalian sedang mencoba memasak? Hemn.. apakah kalian lapar.?" Tanya Jían. Wajah mereka berenam dipenuhi dengan tepung, mereka menunjukkan wajah polos dihadapan Jían dan mengangguk bersamaan. "Hah... Sekarang kalian bersihkan wajah dahulu lalu tunggu aku di meja makan." "Apa kau akan memasak? Tolong masak dengan cepat Jían, kami sangat lapar huhu.." kata qingyu. "Iya iya aku akan masak dengan cepat. Sekarang pergilah" Jían berencana memasak spaghetti carbonara dan pie buah beri. Jían mulai mengambil bahan dari ruangannya dan segera memasak. Setelah selesai ~ "Daxue bantu aku menata meja.. Cheng tolong taruh ini di meja makan. Gubo, mingming, jinjin cepat duduk." "Hmmm baunya manis sekali pasti ini akan enak." "Tapi mengapa itu berwarna putih? Dan teksturnya kenyal." Tanya Qingyu "Tak usah banyak tanya dan segeralah makan" kata Jían sambil membagi spagetti ke piring piring. "Cobalah itu enak, percaya padaku." Mereka mulai memakannya walaupun ragu ragu. "Ini sangat enak... tak salah lagi kau sangat pandai memasak." Setelah menghabiskan spagetti Jían memotong pie dan membagikannya. "Apa ini mengapa berwarna merah?" Tanya Cheng. "Ini namanya pie, isinya adalah buah buahan jadi kalian jangan kawatir. Pie adalah makanan penutup." "Oohhh... ini manis?". "Iya manis, seperti aku." Kata Jían menggunakan wajah imutnya. "Ini benar benar enak, aku belum pernah mencoba makanan yang seperti ini." "Kwau bwenar inwi enyak sekwali." Kata Cheng. Tidak biasanya Cheng memuji makanan Jían, sepertinya ia menyukai makanan manis. "Tuan kau harus sering sering membuatkan kita makanan enak seperti ini." Kata Gubo "Iya iya kalian tenang saja akan aku masakan yang enak. Aku mau minta bantuan kalian, kalian tak keberatan kan?" Tanya Jían "Tidak apapun itu akan kami lakukan!" Teriak mereka bersamaan. "Tolong ajari aku menggunakan senjata." "Tentu saja, kapan kita akan mulai? Kau ingin latihan s*****a apa dulu." Tanya Daxue. "Pedang aku mau latihan pedang. Kita mulai dari sekarang. Aku akan tinggal disini selama 1 bulan. " Kata Jían berbinar binar. "Benarkah? Kau benar benar akan tinggal disini selama 1 bulan?!" "Iya... aku ingin meningkatkan kultivasiku dan penggunaan senjataku serta keterampilan medisku. Cheng setelah makan bisakah kita berlatih pedang" "Ya." "Lalu aku bagaimana tuan" tanya Gubo sedih. "Tentu saja kau akan membantuku di ruang obat." Sementara di kediaman jendral Chen. "Ibu p*****r kecil itu akan segera kembali ke kediaman, kita harus mulai menyiksanya." "Tenang saja, ibu akan lakukan sesuatu padanya. Kalian tak usah pusing akan hal itu dan persiapkan diri kalian berdua karena sebentar lagi adalah ulang tahun kaisar, kalian harus tampil cantik pada saat itu" "Iya ibu, kami berdua akan mempersiapkannya dengan baik." Tanpa mereka ketahui di dalam kegelapan ada seseorang yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka dari awal sampai akhir tanpa terlewat. Dan senyuman dingin terbentuk diwajahnya yang tampan. 'Mereka benar-benar berani mencelakai Jían, kita lihat permainan macam apa yang ular itu buat hmm..' orang itu segera pergi. ♥️♥️♥️ Setelah selesai membaca buku di perpustakaan Jían pergi ke ruang s*****a untuk memilih pedang bersama Cheng. "Menurutmu apa pedang ini cocok denganku." Jían mengambil sebuah pedang berwarna putih dengan pegangannya yang berbentuh 'T' dilengkapi dengan kristal surga. Meski kelihatannya sangat sederhana tetapi pedang ini memiliki kekuatan yang sangat besar. "Semua yang ada disini cocok untukmu. Pedang yang ada disini adalah milikmu, jadi semuanya akan cocok untukmu." "Berarti aku harus mencoba semuanya dan memilih satu yang paling nyaman untukku?" "Yap, betul. Sekarang ayo berlatih karena ini akan memakan banyak waktu. Tapi jika kau kuat mungkin akan cepat selesai, dan berlatih s*****a yang lain. " "Iya iya iya, pertama aku akan berlatih dengan pedang ini. Tolong jelasakan tentang pedang ini."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD