36. Perempuan Spesial

1701 Words

Candralekha Saat aku baru melangkah keluar dari lift tiba-tiba lututku terasa lemas dan memuat jalanku sedikit oleng. Padahal selop yang aku pakai tidak terlalu tinggi heels-nya. Bayu sepertinya menyadari perubahan langkahku yang tadinya tegap tiba-tiba seperti orang kesandung lengkap dengan ringisan di wajahku sambil memegangi betisku yang tiba-tiba tegang. “Kenapa?” tanya Bayu khawatir sambil menangkap tubuhku. Aku meringis. “Betisku tegang. Nanti aku kasih Counterpain. Biasanya abis dikasih itu semalaman sembuh, kok.” Raut khawatir di wajah Bayu belum hilang. “Ya, udah ayo. Nanti biar aku yang bantu olesin.” Aku buru-buru berdiri di depan pintu unitku yang sudah terbuka kuncinya. Menahan bahu Bayu yang sudah siap melangkah menuju pintu. Bukannya nggak mau diperhatiin, tapi aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD