74. Akhir Kisah Kita

1648 Words

Candralekha Aku refleks mengangkat wajah dari meja ketika mendengar derap langkah orang masuk ke ruanganku dan meletakkan sesuatu di atas meja. Keningku langsung berkerut melihat paper bag dan sosok yang kini duduk di kursi depan mejaku. “Selamat malam Ibu Melody. Ada yang bisa saya bantu?” tanyaku, sesuatu yang kerap aku lontarkan pada pasien yang duduk di depanku seperti sekarang ini. “Mau kontrol bulanan, Dok.” “Suaminya mana, Bu?” tanyaku lagi. “Di sini, Dok,” jawab Arkan yang baru saja masuk ruangan. “Itu buat, Dokter,” kata Melody lagi mengalihkan perhatianku, sambil mendorong paper bag yang tadi diletakkan di atas meja ke arahku. “Apa ini?” “Oh, itu camilan yang menggunakan bahan buah pisang. Aku kreasikan dengan biskuit. Itu dessert terbaru Dara’s Bakery, Kak. Eummh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD