Bayu Aksara “Aku mau ke dapur aja bantu Teh Elis masak,” kata Lekha. “Udah di sini aja, temenin aku.” Lekha menggeleng beberapa kali lalu bangkit dari kursi. Dia melepas jam tangannya lalu memasukkannya ke dalam tas. Setelah itu dia menarikku agar mengantarkannya ke dapur karena memang belum terlalu paham seluk beluk rumah ini. Aku tidak mencegahnya lagi mau melakukan apa pun di rumah ini. Aku tidak melarang keinginannya lagi ke dapur. Tujuanku agar dia merasa terbiasa dengan rumah ini. Sambil berjalan menuju dapur aku menjelaskan beberapa ruangan yang ada di dalam rumah ini beserta fungsinya. “Tas kamu nanti aku bawa ke kamarku aja ya. Ini kamarku. Kalau mau istirahat di sini aja,” ujarku membuka pintu kamarku yang sedari tadi tertutup. Aku memang belum sempat masuk kamar itu sejak

