Firlea tersenyum lemah. Mati seperti ini pun tidak masalah. Dia telah merasakan sakit panasnya api Luciavy, lukanya sama sekali tak menyembuhkan diri tetapi kian lebar dan semakin melebar. Saat ini, dia lebih suka hidupnya segera berakhir dari pada tersiksanya oleh rasa sakit yang berkepanjangan. Arzraviel menyadari hal itu. Inti sari jiwa terbesar tidak masuk dalama tubuhnya. Tapi terbang ter terpa angin dan akhirnya tak terlihat. Hal yang seharusnya menjadi kekuatannya kini menghilang. Dan pemikirannya juga tak jauh berbeda dari Firlea. Mahkota Luciavy menerima jiwa Carrion sebagai batu mutiara untuk melengkapi mahkota. "Bagaimana bisa, bagaimana bisa menjadi seperti ini!" Mendengar gumamam Arzraviel, Firlea terkikik pelan. Rasa takut yang menghantuinya beberapa saat lalu kini sirn
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


