Aree: Seperti Memikul Beban "Makasih ya, Bang." "Jangan makasih sama gue. Makasih sama Mini, tuh." Ujung jari Bang Gino menunjuk ke Madu dan Wangga di kursi tunggu. Keduanya sedang asyik ngobrol sembari minum s**u pisang di tangan masing-masing. Gue sama Bang Gino berjalan beriringan. "Beruntung Mini paham gejalanya," kata laki-laki berjas putih tersebut. "Mini cerita ke Mama lo, dan Tante Ishela langsung contack gue buat tanya soal psikolog anak." Kata-kata Bang Gino membuat gue terenyak. Madu bergerak lebih cepat dari bayangan gue. Tadinya gue kira Madu cuma asal ngomong aja soal kekhawatirannya. Akan tetapi, Madu memberitahu Mama, dan Mama langsung mencontack Bang Gino meminta saran. Setelah Mama mengcontack Bang Gino, keesokkan harinya gue diminta Mama untuk pergi ke rumah

