" Gue mau bawa lo ke surganya Anggara," ucap Bara sambil memegang gagang pintu kamar yang bertuliskan nama Anggara didepannya. Ketika pintu itu dibuka, udara sedikit pengap keluar dari sana. Namun tidak ada sedikit pun debu walaupun kamar ini tidak terpakai selama beberapa tahun. Yang ada hanya sebuah ranjang dengan ukuran untuk satu orang dengan sprei Manchester United dan beberapa tumpuk buku yang tertata rapi di meja belajar. Ada sudut kamar Gara yang menyita perhatian Naya. Sudut kamar yang dindingnya tertempel banyak foto dirinya dengan berbagai ekspresi. Bahkan Naya gak pernah tau kapan cowok itu mengambil gambarnya secara diam-diam. Ada tumpukan bunga kering yang tersimpan rapi di dalam kardus beserta kardus-kardus coklat yang sering Gara berikan ke Naya. Bahkan kotak itu persis

