Atan pun melompat ke balkon kamar Naya setelah mengenakan celana jeansnya dan kaos oblong seadanya. Ia keluar dengan santai dari kamar sahabatnya itu menuju lantai bawah, tempat teman-temannya berada termasuk Rissa, calon istrinya. Jika dipikir-pikir lagi, lucu juga. Gadis yang dulu selalu ia tolak mentah-mentah itu malah akan menjadi pendamping hidupnya, sementara Naya yang pernah menjadi pacarnya itu malah menikah dengan pria lain. Pria yang dulu menjadi musuh bebuyutannya, Dirga. Takdir terkadang memang aneh, tak terduga dan unik. Itulah yang Atan rasakan. Tapi yang jelas apapun garis takdirnya, ia mensyukurinya. Ya, meski ia lebih lama menikahnya dibanding Naya dan Dirga yang sudah menikah tiga tahun lalu dan memiliki anak berumur dua tahun. Sementara dirinya dan Rissa baru akan menik

