*** Bayanaka sampai di rumah setelah empat puluh menit menempuh perjalanan. Memberhentikan mobil di halaman, dia memanggil satpam untuk menyimpan mobilnya ke garasi. Melangkah menuju rumah, langkah kaki Bayanaka terhenti setelah di ruang tamu, dia disambut kehadiran kedua orang tuanya. Tak ada santai, Lucas mau pun Shireen nampak serius—membuat Bayanaka menghela napas pelan. "Hal apa yang mau Mama bicarain?" tanya Bayanaka pada kedua orang tuanya. "Duduk dulu," pinta Lucas. "Enggak sopan bicara sambil berdiri." Mengesampingkan rasa lelah, Bayanaka mendekati sofa. Duduk persis di samping sang Papa, sebuah informasi didapatkannya. "Tante Erika tadi telepon Mama. Dia bilang Elodia mau mengakhiri perjodohannya sama kamu," ucap Shireen. "Apa kamu udah tahu?" "Sebelum Mama, aku lebih dulu

