Bagian 51

919 Words

*** "Diminum, Mas. Maaf enggak ada apa-apa di sini." Sambil mendudukan diri di salah satu kursi kosong, ucapan tersebut Medina lontarkan setelah sebelumnya menyimpan secangkir teh manis di atas meja. Batal istirahat, sepeninggalnya Fajar, Medina kedatangan tamu. Bukan orang asing, yang menemuinya adalah Bayanaka—membuat dia tentu saja dilanda rasa terkejut. Sebulan lebih mengenal pria itu, Medina tidak pernah memberitahu alamat rumahnya mau pun sang mertua sehingga ketika pria itu datang, rasa penasaran tentang darimana Bayanaka tahu, juga muncul di benaknya. "Terima kasih," ucap Bayanaka. Tidak hanya berucap, dia mengambil pula cangkir berisi teh manis yang Medina sajikan, untuk diteguk isinya. "Seperti biasa, pas." Medina tersenyum tipis. Tidak di dalam, saat ini dia dan Bayanaka b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD