*** (Din, saya udah di depan.) "Ya Allah, akhirnya." Medina menghela napas lega. Menunggu selama hampir setengah jam pasca menelepon Bayanaka, dengan pelan dia beranjak dari sisi kasur yang sejak tadi didudukinya. Sambil sesekali menoleh pada Fajar yang masih terlelap, Medina membuka pintu dan voila! Bayanaka benar-benar berada di depan kost yang dia tempati. "Mas," panggil Medina dengan suara pelan. "Mas kok bisa masuk?" "Ada satpam di bawah, jadi saya langsung ceritain semuanya, dan satpam itu ngerti. Saya diizinin masuk," ucap Bayanaka. "Pake sogokan uang sih dikit satpam saya bisa masuk." "Satpam Mas Naka?" tanya Medina dengan kening mengernyit. Tak diberitahu secara rinci perihal ide yang muncul di benak Bayanaka, beberapa waktu lalu ketika menelepon, pria itu hanya berkata ak

