Hari pernikahan

1014 Words
Seorang gadis cantik terlihat sedang tersenyum puas melihat pantulan wajahnya di cermin, "Cantik ... benar-benar sempurna," ucap Evelyn saat melihat dirinya yang terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih gading pilihan sang kekasih. "Rasanya tak sabar melihat wajah Leon saat melihat aku memakai gaun yang dipilihnya." Evelyn masih saja tersenyum sendiri menatap bayangan dirinya. Saat Evelyn sedang merasakan kebahagiaan yang teramat besar, tiba-tiba ayah dan ibunya masuk ke dalam kamar yang ditempati Evelyn dengan wajah panik dan juga ekspresi penuh amarah yang terlihat dari wajah sang ayah. "Dad, Mom. Ada apa? Kenapa kalian terlihat begitu panik seperti itu." Evelyn mulai merasakan ada yang aneh kepada kedua orangtuanya itu. Anna ibunya Evelyn tak bisa menahan perasaan sedihnya dan langsung memeluk putrinya itu sambil menangis kencang di bahu putri semata wayangnya itu. Melihat ibunya menangis seperti itu Evelyn merasa semakin takut, semua pemikiran buruk satu persatu muncul dalam pikiran Evelyn. "Mom, katakan padaku ada apa? Kenapa Mommy menangis seperti ini?" Evelyn tak bisa menahan rasa penasarannya, dia terus mendesak sang mommy agar mau bercerita kepada dirinya. "Eve, kamu harus kuat ya. Kamu tidak boleh menangis kamu harus kuat, sayang." Anna semakin mengeratkan pelukannya , dia tak tega kalau harus melihat putrinya menderita. Perasaan Evelyn semakin gelisah, "Apa yang sudah terjadi kepada Leon? Oh God, aku harap tidak terjadi apa-apa dengan dia," gumam Evelyn dalam hatinya. "Sebaiknya mulai sekarang kamu melupakan pria b******k itu! Daddy akan mencarikan pria yang lebih baik lagi untuk mendampingi dirimu." Akhirnya ayahnya Evelyn yang sejak tadi hanya mondar-mandir tak jelas itu buka suara juga. "Maksudnya apa?" "Leon pria itu telah melarikan diri sayang, dia sudah pergi dan tak seorang pun tahu ke mana pria itu pergi," Anna mencoba menjelaskan kepada putrinya itu disela Isak tangisnya. "Apa? Gak ... gak mungkin Leon ninggalin aku, dia sudah berjanji akan selalu bersamaku jadi gak mungkin dia pergi." Tubuh Evelyn seketika menjadi lemas seperti tak bertulang, hampir saja dia terjatuh kalau Anna sang mommy tak segera menangkap tubuh Evelyn. "Tapi itu kenyataannya, Eve, pria itu sudah pergi. Sebentar lagi semua orang akan membicarakan dirimu yang telah gagal menikah karena ditinggal pergi oleh calon suaminya." Albert daddy Evelyn merasa frustasi jika mengingat putrinya yang akan menjadi bahan pergunjingan orang-orang. Evelyn tak bisa berkata-kata lagi dia menangis sekencang-kencangnya di dalam pelukan sang mommy, dia tak tahu apa kesalahannya sampai Leon meninggalkan dirinya, padahal semalam mereka berdua masih sempat bercanda dan berbahagia. Bahkan Leon juga sempat membahas dirinya yang sudah tak sabar ingin berbulan madu dengan Evelyn dan merasakan keperawanan yang sudah Evelyn jaga untuk dirinya selama ini. Saat ini di Ballroom Hotel The Swan para tamu undangan yang hadir sudah hampir memenuhi tempat itu, dan sebagian besar tamu yang diundang adalah rekan bisnis dari Albert ayahnya Evelyn, semua tamu yang hadir sudah tak sabar untuk melihat pasangan pengantin yang pasti cantik dan tampan. Apalagi kecantikan putri dari Albert Adrian Maulana itu sudah terkenal di kalangan para pria putra dari rekan bisnis Albert. Kecantikan Evelyn yang begitu alami membuat begitu banyak pria yang menggilai gadis itu, tetapi sayangnya hati Evelyn hanya berhasil dimiliki oleh karyawan biasa yang bekerja di perusahaan sang ayah. Saat ini suasana ballroom hotel sudah begitu ramai dan tak ada satupun tamu undangan yang tahu kalau saat ini sang mempelai pria sudah tak ada bersama mereka, Evelyn dan kedua orang tuanya masih berada dalam kamar hotel yang digunakan untuk Evelyn merias diri, kedua orang tua Evelyn merasa bingung bagaimana mereka akan menghadapi para tamu undangan yang sudah memenuhi ballroom hotel saat ini. "Dad, bagaimana sekarang? Para tamu sudah berdatangan, tetapi pria itu tak tahu entah di mana. Aku tak mau putri kita satu-satunya harus menanggung malu karena pria sialan itu." Anna menatap wajah putrinya itu dengan tatapan iba. "Daddy juga bingung harus bagaimana, apa kita mencari seorang pria untuk menggantikan Leon?" "Apa maksud Daddy? Bagaimana mungkin kita membiarkan putri kita menikah dengan pria yang tidak jelas, mommy tidak setuju!!" Anna menentang keinginan suaminya yang hendak mencari pria lain untuk menggantikan Leon. "Lalu apa yang harus kita lakukan? Apa kita akan keluar ke sana dan mengatakan kalau calon suami Evelyn sudah pergi melarikan diri dan putri kita tidak jadi menikah?" ucap Albert dengan nada tinggi, saat ini dia sudah merasa sangat marah. Dia tak mau kalau sampai putrinya menjadi bahan tertawaan orang lain karena dirinya gagal menikah. Saat kedua orang tuanya sedang berdebat Evelyn masih saja terus menangis, dia masih tak habis pikir kenapa Leon tega melakukan hal itu kepada dirinya. Dari luar terdengar seseorang yang mengetuk pintu meminta ijin untuk bisa masuk kedalam, Albert yang masih marah membukakan pintu dan ternyata itu asisten pribadinya Alex. "Apa ada kabar tentang pria itu?" tanya Albert kepada Alex sang asisten. "Maaf Tuan, aku sudah mengerahkan seluruh anak buah kita dan pria itu masih saja tidak bisa ditemukan," jawab Alex dengan sedikit menunduk karena takut melihat amarah dalam mata bossnya itu. "Sialan! Ke mana anak tak tahu diri itu pergi, kalau sampai kalian menemukan pria itu langsung habisi saja pria itu." Albert berbicara sambil berteriak karena amarah yang sudah menguasai dirinya. "Daddy jangan sakiti Leon, dia pasti punya alasan kenapa dia pergi seperti ini." Evelyn masih saja membela pria yang sudah meninggalkannya walaupun saat ini hatinya terasa begitu sakit. "Astaga! Eve. Bagaimana bisa kamu membela pria yang jelas-jelas sudah menyakiti dirimu?" Anna memeluk putrinya yang masih menangis itu. Evelyn memang gadis yang sangat baik, dia tak akan pernah bisa melihat ada orang lain yang terluka atau pun tertindas, meskipun dia seorang putri dari seorang pengusaha kaya yang cukup berpengaruh tapi itu tak lantas membuat Evelyn menjadi seorang gadis yang sombong dan arogan. Dia tak pernah memilih dalam menjalin hubungan, baik itu dalam pertemanan atau bahkan percintaan. Buktinya saja Leon yang hanya seorang karyawan biasa bisa mendapatkan hati tuan putri itu. Tak hanya kecantikan dalam hatinya, wajah dan postur tubuh Evelyn yang begitu sempurna itu membuat gadis itu selalu menjadi incaran para kaum adam terutama para rekan bisnis Albert. Namun, Evelyn tak pernah menanggapi semua pria itu, karena dalam hatinya hanya ada Leon seorang, tetapi hari ini Leon sudah menghancurkan segalanya, perasaan Evelyn begitu hancur begitu juga kedua orangtuanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD