BAB 95

1234 Words

“Di mana dan gimana kak Alex ketemu sama Caroline?” “Katanya nggak cemburu, tapi kok bahas Caroline terus?” Alex menggoda Cassie ketika wanita itu memakai gaun tidurnya di hadapan cermin. “Hello, aku cuma nanya???” “Nanya pakai cemburu?” Cassie mengangkat bahunya santai. “Nanya itu gak perlu pake cemburu. Pertanyaan ini sama seperti kayak nanya lahir di mana, siapa nama orang tua.” “Oh, ya? Begitu?” Alex mengangguk-anggukan kepalanya. “Aku lahir di Jakarta, lahir dari ibu bernama Sonya, ayah aku namanya Gibran. Mama aku meninggal, aku punya mama yang lain namanya Grace.” Cassie membalikkan tubuhnya untuk melihat Alex yang duduk di tempat tidur—menyender pada bantal yang ditumpuk dua. Melihat ke arah Cassie  dengan ekspresi menyebalkan. Setidaknya untuk Cassie, itu menyebalkan. Senyum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD