Sebelum orang lain, Cassie selalu merasa peka kepada keadaan dirinya yang merasakan trauma saat melihat persalinan ibunya ketika membawa si kembar ke dunia. Ketika Cassie sudah mengerti bahwa ada tenaga profesional yang bisa membantunya menceritakan ini, mendengarkannya, memberikannya masukan, Cassie pergi ke psikolog tanpa sepengetahuan orang tuanya. Namun saat itu Cassie masih berumur 18 tahun dan berhenti menemui psikolog pribadinya setelah merasa ‘lupa’ tentang kekhawatirannya. Ditambah saat itu Cassie harus meninggalkan Jakarta karena pergi kuliah. Padatnya jadwal dan tugas kuliah yang tak kunjung henti berhasil mengalikhan perhatian Cassie dari ketakutannya. Kini Cassie menemui psikolog pribadinya lagi yang masih sama, bernama Mentari Cody. Cassie hanya ingin bertukar pikiran dan me

