Selina Hartono melihat putrinya tersenyum lebar setelah mengangkat telepon. Sehingga ia bertanya kepada Cassie, “Apa itu Alex yang baru aja kamu ajak bicara?” “Iya, Mama.” Cassie mengangguk ketika sadar sang mama memperhatikan dirinya. Cassie menyimpan ponselnya pada tas yang diberikan oleh Alex ketika dirinya demam waktu itu. “Kamu terlihat bahagia, sayang.” Selina mengusap rambut Cassie dengan lembut selayaknya putri berumur lima tahun. “Sepertinya Alex membuat kamu bahagia.” Selina Hartono benar, Cassie merasa bahagia padahal ia hanya berbicara dengan Alex di telepon, bukannya berhasil membeli tas limited edition. Sejak kapan alasan kebahagian Cassie bertambah? “Apa kamu udah membicarakan ulang dengan Alex tentang rencana adopsi, sayang? Membicarakan ini dengan keluarga Alex terut

