Bab 7. Kecelakaan

2031 Words

Alendra melipat tangan di depan dada. Tubuh tegak dan mata menatap lurus ke depan. Di sebelahnya, Axello mencengkeram setir sampai buku-buku jarinya memutih. Bibirnya mengatup dan membentuk garis tipis. “Katakan, apa maumu?” Alendra menoleh dan menatap profil tajam laki-laki di sebelahnya. Dua tahun ia bertahan, menyibukkan diri dengan karier dan kehidupan sosial yang hiruk pikuk. Namun, bayang-bayang Axello tidak pernah bisa lepas dari hidupnya. Alendra merindukan laki-laki berwajah oriental dengan mata setajam pisau itu, yang di masa lalu tidak pernah memalingkan wajah darinya. Alendra tersiksa setengah mati, setelah hubungannya kandas. Berkali-kali ia mencoba bicara dengan Axello, tetapi semua akses kepadanya diblokir. Dua bulan setelah perpisahan, Alendra mendengar kabar dari Jasid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD