Jadi, gadis itu berasal dari panti asuhan Kasih Mentari. Alendra menjentik abu dari ujung batang rokoknya ke asbak sambil berpikir keras. Ada sesuatu melintas dalam pikirannya ketika mendengarkan percakapan antara Axello dengan Ambar dari rekaman yang diberikan oleh salah satu anak buahnya yang ditugasi mengikuti Axello. Dia harus memastikannya. Alendra mengerutkan kening ketika mendengar suara lain di dalam rekaman. Ia mengambil telepon genggam dan menghubungi seseorang. Suara laki-laki menjawab di saluran lain. “Her, kamu yakin tidak ada orang lain yang kamu lihat di tempat itu selain Axello dan si pemilik panti?” “Tidak, Non. Saya memang agak lambat kembali ke mobil karena menunggu si Ibu masuk ke rumah, tapi tidak ada orang lain yang keluar dari panti itu setelah Axello pergi. Ada a

