Sejak kejadian semalam, aku masih enggan menyapa atau mengajak bicara Rasya. Selain karena di kampus yang memang kami jarang bicara, aku juga sedang kesal padanya pasal dia yang memaksaku pindah. Sampai kami usai dari jam perkuliahan, kemudian kami bertemu lagi di pesantrennya Rasya, masih tetap saja tidak ada interaksi di antara kami. Bahkan mengirim pesan pun tidak. Tapi untungnya, semua berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah! Akhirnya kita sudah mendengarkan dua penyanyi baru kita saat menyanyikan dua lagu yang berbeda. Vokal kalian ini cukup unik, makanya saya dan rekan-rekan kemarin memilih kalian berdua.” “Iya benar! Jadi nanti untuk lagu yang pertama, vokal utama adalah Shanum. Sementara lagu kedua vokal utamanya adalah Sukma! Bagaimana?” Ustaz Firman dengan tim nasyid yang

