Bab Empat puluh satu

1232 Words

Kami sampai disebuah hotel, walau bukan hotel mahal setidaknya cukup bagus untuk dijadikan tempat tinggal sementara. Beruntung masih ada mobil merah milik Mama yang sempat dibawa oleh Siti. Memang tak terlalu bagus, Tapi lumayan nyaman untuk dipakai saat ini. Hanya ini harta Mama yang aku dapat. Selebihnya entah dimana. Tante Irma tak mau menjawab saat aku tanya. Bahkan mulai membawa-bawa statusku yang hanya anak angkat Mama Tety. "Kita tinggal disini? Hotel murahan ini?" Cetusnya tak suka. "Sementara, Sayang. Nanti kalau sudah dapat warisan dari Mama aku akan belikan kamu dan Sabila rumah mewah, apapun yang kamu inginkan akan aku penuhi," Siti tersenyum tipis. Sejak pertemuan pertama kami dulu, aku sudah tertarik pada Siti. Entah kenapa wajahnya membuatku candu. Bahkan aku ikhlas meni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD