"Sayang, nanti Papanya Sabila akan datang kesini. Sabila tunggu Papa saja, ya. Tante masih banyak pekerjaan." Aku berusaha membujuk Sabila. Tangis gadis kecil itu malah lebih kencang. Dia terus berteriak sambil memegang kakiku. "Ya ampun, nih anak, udah Ibunya nyebelin, anaknya juga ga tau kondisi." Rutuk Tante Irma yang mungkin tak terima saat Mas Gunawan menitipkan Sabila padanya. Apalagi jika teringat perlakuan Raisa alias Siti padanya. "Ya udah, gini aja Tante. Sabila, Alina bawa dulu. Nanti kalau Mas Gunawan sudah pulang Tante kabari, ya. Biar Alina antar lagi kesini." "Iya, Al. Maafin yaa, Tante benar-benar ga enak sama kamu." Aku tersenyum. "Gapapa, Tante. Anggap aja lagi beramal." Aku pun membawa gadis kecil itu bersamaku. Semua rencana aku batalkan. Aku mengetik pesan di gr

