Aku berlari kencang ke kamar mencari Siti. Aku butuh penjelasan. Rasanya juga tak masuk akal jika Sabila diculik di dalam kamar hotel seramai ini. "Siti! Siti! ..." Aku langsung meneriaki nama perempuan itu sesampainya aku di dalam kamar. Namun, aku sama sekali tidak melihat sosoknya. Kamar masih berantakan seperti saat aku tinggal tadi. Tunggu! Sepertinya ada yang beda. Aku mendekat ke arah lemari yang terbuka lebar. Pakaian Siti dan Sabila tak ada disana begitu juga tas tempat pakaian kami. Hanya tersisa tumpukan pakaianku yang tak seberapa. "Aarggghh! Sitiiiiii ...!" Aku berteriak histeris. Kenapa hidupku seperti ini? Semua barang yang kutemui kulempar untuk memuaskan hati. "Siti ...! Kau menghancurkan hidupku Siti ...!" Teriakku dengan suara parau. Tok tok tok! Ketukan di pint

