Bab.167 Bersiap

1123 Words

  Serafina termenung sesaat, memikirkan hari-hari yang hangat dan manis itu, tetapi sekarang telah menjadi kenangan yang membuatnya merasa tertekan.   Dia memandang Dina dan tidak tahu apakah harus menjawab atau tidak, juga tidak tahu harus bagaimana menjawabnya.   Bagaimanapun, Dina masih sahabatnya, tetapi meskipun demikian, kadang-kadang bahkan sesama sahabat akan ada banyak hal-hal yang tak dapat dikatakan. Sebenarnya Serafina ingin mengungkapkan kesedihan di dalam hatinya, tetapi kata-kata itu tercekat di tenggorokannya, ketika sudah ada di ujung mulutnya, dia tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya.   "Baik, aku tidak akan memaksamu lagi. Aku awalnya hanya ingin menemanimu selama beberapa waktu ini, supaya suasana hatimu tidak terlalu berat. Sekarang tampaknya..." Dina menyadari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD