Hidup bersama ternyata tidak dimulai dengan romantis. Dimulainya dengan pertanyaan penting: “Siapa yang terakhir pakai sabun?” Aku berdiri di kamar mandi, hanya pakai handuk, memegang botol sabun kosong seperti barang bukti. Kayla menjawab dari dapur, “Bukan aku. Aku pakai body wash.” “Kita cuma berdua.” “Berarti kamu.” Aku menatap botol itu. “Berarti aku menipu diriku sendiri.” Kayla tertawa dari jauh. Dan begitulah hari-hari kami dimulai. Komedi romantis kami sekarang bentuknya aneh. Bukan lagi deg-degan. Tapi debat soal hal sepele. Kayla suka melipat handuk dengan cara hotel. Aku suka menggulung asal muat. Kayla menata dapur berdasarkan fungsi. Aku berdasarkan “yang sering dipakai taruh depan”. Suatu sore ia berkata sambil memandangi lemari dapur, “Kamu tahu nggak, i

