Bab 20

1387 Words

“Negosiasi Kotor” Suara Dr. Guntoro menggema di ruangan gelap itu. Bau debu dan karat dari gudang bikin napas sesak. > “Radit,” katanya dengan nada pelan tapi tajam. “Kasih gue flashdisk itu, bawa Tia, dan kita lupakan semua ini.” Gue berdiri kaku, nahan napas, sementara dua orang berseragam satpam ada di belakang gue, siap bergerak kalau gue salah gerak sedikit aja. Tia ngeliatin gue dengan tatapan penuh rasa takut, matanya memohon. > “Kenapa, Dok?” suara gue pecah. “Lo dosen gue… lo pembimbing gue. Kenapa lo—” Dr. Guntoro senyum tipis, tatapannya dingin. > “Karena dunia ini bukan tentang benar atau salah, Dit. Ini tentang siapa yang punya kuasa. Gue capek jadi pion, dan proyek ini bikin gue ada di puncak.” Cindy pernah bilang, kalau ada orang yang keliatan paling netral

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD