Aelina sedang duduk di pojokan dalam sebuah cafe . Kakinya terus digoyangkan sembari melirik jam tangannya . Hatinya sedang gelisah disini . Dia sudah menunggu selama satu jam namun kedua sahabatnya belum juga datang ke tempat janji mereka . Tangannya berkeringat dan pandangannya terus menerus ke sepatunya .
"Mereka lama banget " rutuknya kesal .
Dia mengecek hapenya dan melihat grup chatnya bersama kedua sahabatnya .
* Percakapan dalam chat grup *
"Kalian dimana ? Lama ih aku sendirian ini"
"Aku lagi dijalan ini lg tambal ban motor , motor Abang ojeknya lagi bocor . Bentar ya sayangku" jawab Erika
"Ha ? Emang kita ada janji mau ketemu hari ini ?" Sahut Lola
"Lola jangan bercanda ya ! Mau ku pukul nanti ha ?" jawab Erika
"Aku lupa maaf . Kumpul dimana ? Di cafe biasa kan ? Ya udah aku otw ga pake mandi" sahut Lola
"GAK ! KAMU WAJIB MANDI ! GA MAU AKU CIUM BAU KETEKMU ITU" jawab Erika dengan sengit
"Erika jahat banget . Aku sumpahi kamu jadi kodok" sahut Lola
"Udah..udah guys, kalian klo sibuk d chat nanti ga nyampe-nyampe . Aku grogi sumpah" kata Aelina yang berusaha menengahi .
"Oke aku mandi dulu , sampai ketemu di cafe" sahut Lola
"Bye" jawab Erika
Aelina pun keluar dari chat grup dan mulai bermain ponselnya . Ya, daripada dia semakin keliatan gugup di depan orang-orang mending aku main hape aja . Aelina pun terlarut dalam permainan di handphonenya . Kemudian dia mendengar sebuah kursi seperti digeret . Aelina langsung menoleh ke arah sumber suara .
"Kalian kok lama bang.." kalimat Aelina tergantung .
Dia begitu terpaku dengan sosok lelaki yang ada dihadapannya . Penampilan yang sempurna . Wajah tampan, alis tebal, bibir berwarna merah muda natural . Potongan rambut yang sangat rapi dengan setelan jas yang sangat sempurna dipakai . Aelina sangat terpaku untuk beberapa saat lamanya . Kemudian lelaki tersebut menatap wajah Aelina dengan heran .
"Saya mau duduk disini" ujarnya dengan suara bariton dan terdengar bagus .
Aelina kemudian tersadar dan menundukkan kepalanya . Tangan dan kakinya gelisah tidak karuan . Bagaimana tidak ini pertama kalinya dia berada satu meja dengan orang asing . Sudah begitu aura intimidasi ini membuat Aelina semakin tidak nyaman .
Sebenarnya Aelina ingin segera pergi namun niatnya terhenti karena menurutnya hal tersebut sangat tidak sopan. Lagipula kan dia duluan yang duduk harusnya laki-laki yang ada didepannya ini yang sadar diri .
Aelina terus menerus menunduk ke bawah . Saat dirinya mencoba untuk melihat kearah kursi sebrang mejanya , Aelina terpaku . Dengan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja blue navy . Laki-laki itu sedang sibuk dengan tablet miliknya . Merasa diperhatikan kemudian lelaki tersebut melihat ke arah Aelina .
Aelina dengan gelagapan mengalihkan pandangannya . Lelaki tampan yang ada dihadapannya menatap secara intens dan sedikit mengintimidasi . Diperhatikannya Aelina dari ujung kepala hingga kebawah .
"Kau sedang melihat hantu" tanya lelaki tersebut . Tidak ada jawaban dari bibirnya . Aelina saat ini sedang berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Aelina juga terlihat bersusah payah menahan air matanya . Dia ingin menangis karena ditatap secara terang-terangan seperti itu . Aelina sedikit mengutuk temannya yang tidak kunjung datang. Wajahnya memerah dan memanas .
Sekali lagi Aelina melirik ke depan . Melihat lelaki didepannya ini masih menatapnya . Dengan terburu-buru langsung dialihkan kembali .
"Kenapa?" Tanya pria itu .
Aelina hanya menggeleng .
"Kau bisu ?" Tanyanya lagi .
Aelina kembali menggeleng
"Lalu kenapa tidak menjawab pertanyaan saya ?" Cecarnya lagi
"Sa..saya tidak apa-apa dan sa..saya tidak bisu" jawab Aelina
" Kalau kau berbicara dengan lawan bicaramu, tatap matanya. Jangan menunduk" suara itu kembali terdengar dan mengintimidasi .
"Ma..maaf" jawab Aelina
Aelina pun mendongakkan wajahnya dan terlihat oleh lelaki tersebut matanya yang memerah dan sedikit berair . Laki-laki tersebut terdiam sesaat . Mereka saling menatap satu sama lain tanpa memperdulikan disekelilingnya .
Kemudian Aelina membereskan seluruh barang miliknya dan berlari keluar menuju halte didekat cafe .
"Jangan sampai aku ketemu orang kaya dia lagi . Takut" batin Aelina sambil terus berlari.