Pertemuan pertama

667 Words
Aelina sedang duduk di pojokan dalam sebuah cafe . Kakinya terus digoyangkan sembari melirik jam tangannya . Hatinya sedang gelisah disini . Dia sudah menunggu selama satu jam namun kedua sahabatnya belum juga datang ke tempat janji mereka . Tangannya berkeringat dan pandangannya terus menerus ke sepatunya . "Mereka lama banget " rutuknya kesal . Dia mengecek hapenya dan melihat grup chatnya bersama kedua sahabatnya . * Percakapan dalam chat grup * "Kalian dimana ? Lama ih aku sendirian ini" "Aku lagi dijalan ini lg tambal ban motor , motor Abang ojeknya lagi bocor . Bentar ya sayangku" jawab Erika "Ha ? Emang kita ada janji mau ketemu hari ini ?" Sahut Lola "Lola jangan bercanda ya ! Mau ku pukul nanti ha ?" jawab Erika "Aku lupa maaf . Kumpul dimana ? Di cafe biasa kan ? Ya udah aku otw ga pake mandi" sahut Lola "GAK ! KAMU WAJIB MANDI ! GA MAU AKU CIUM BAU KETEKMU ITU" jawab Erika dengan sengit "Erika jahat banget . Aku sumpahi kamu jadi kodok" sahut Lola "Udah..udah guys, kalian klo sibuk d chat nanti ga nyampe-nyampe . Aku grogi sumpah" kata Aelina yang berusaha menengahi . "Oke aku mandi dulu , sampai ketemu di cafe" sahut Lola "Bye" jawab Erika Aelina pun keluar dari chat grup dan mulai bermain ponselnya . Ya, daripada dia semakin keliatan gugup di depan orang-orang mending aku main hape aja . Aelina pun terlarut dalam permainan di handphonenya . Kemudian dia mendengar sebuah kursi seperti digeret . Aelina langsung menoleh ke arah sumber suara . "Kalian kok lama bang.." kalimat Aelina tergantung . Dia begitu terpaku dengan sosok lelaki yang ada dihadapannya . Penampilan yang sempurna . Wajah tampan, alis tebal, bibir berwarna merah muda natural . Potongan rambut yang sangat rapi dengan setelan jas yang sangat sempurna dipakai . Aelina sangat terpaku untuk beberapa saat lamanya . Kemudian lelaki tersebut menatap wajah Aelina dengan heran . "Saya mau duduk disini" ujarnya dengan suara bariton dan terdengar bagus . Aelina kemudian tersadar dan menundukkan kepalanya . Tangan dan kakinya gelisah tidak karuan . Bagaimana tidak ini pertama kalinya dia berada satu meja dengan orang asing . Sudah begitu aura intimidasi ini membuat Aelina semakin tidak nyaman . Sebenarnya Aelina ingin segera pergi namun niatnya terhenti karena menurutnya hal tersebut sangat tidak sopan. Lagipula kan dia duluan yang duduk harusnya laki-laki yang ada didepannya ini yang sadar diri . Aelina terus menerus menunduk ke bawah . Saat dirinya mencoba untuk melihat kearah kursi sebrang mejanya , Aelina terpaku . Dengan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja blue navy . Laki-laki itu sedang sibuk dengan tablet miliknya . Merasa diperhatikan kemudian lelaki tersebut melihat ke arah Aelina . Aelina dengan gelagapan mengalihkan pandangannya . Lelaki tampan yang ada dihadapannya menatap secara intens dan sedikit mengintimidasi . Diperhatikannya Aelina dari ujung kepala hingga kebawah . "Kau sedang melihat hantu" tanya lelaki tersebut . Tidak ada jawaban dari bibirnya . Aelina saat ini sedang berusaha menenangkan dirinya sendiri. Aelina juga terlihat bersusah payah menahan air matanya . Dia ingin menangis karena ditatap secara terang-terangan seperti itu . Aelina sedikit mengutuk temannya yang tidak kunjung datang. Wajahnya memerah dan memanas . Sekali lagi Aelina melirik ke depan . Melihat lelaki didepannya ini masih menatapnya . Dengan terburu-buru langsung dialihkan kembali . "Kenapa?" Tanya pria itu . Aelina hanya menggeleng . "Kau bisu ?" Tanyanya lagi . Aelina kembali menggeleng "Lalu kenapa tidak menjawab pertanyaan saya ?" Cecarnya lagi "Sa..saya tidak apa-apa dan sa..saya tidak bisu" jawab Aelina " Kalau kau berbicara dengan lawan bicaramu, tatap matanya. Jangan menunduk" suara itu kembali terdengar dan mengintimidasi . "Ma..maaf" jawab Aelina Aelina pun mendongakkan wajahnya dan terlihat oleh lelaki tersebut matanya yang memerah dan sedikit berair . Laki-laki tersebut terdiam sesaat . Mereka saling menatap satu sama lain tanpa memperdulikan disekelilingnya . Kemudian Aelina membereskan seluruh barang miliknya dan berlari keluar menuju halte didekat cafe . "Jangan sampai aku ketemu orang kaya dia lagi . Takut" batin Aelina sambil terus berlari.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD