Pagi ini, Zia menemui ayahnya dan meminta penjelasan dari ayahnya tentang kehidupannya dulu seperti apa. Disinilah mereka berada, ditaman belakang rumah sakit dengan duduk berdampingan dikursi panjang taman tersebut. Zia menatap air mancur didepannya dengan pikiran yang berkecamuk didalam otaknya. Begitupun dengan Hyunjung yang tidak tahu harus bicara apa dan bingung dengan sifat anaknya yang tidak melihat keadaan kakaknya diruangan gadis manis itu. "kenapa kau tidak melihat kakakmu?" akhirnya Hyunjung bertanya pada Zia. Gadis mungil itu hanya menghela nafas. "entahlah, appa....aku hanya kasian deng-“ "kau tidak perlu kasihan dengannya dia sudah mencelakaimu dan kakakmu jika kau lupa" potong Hyunjung sedikit marah pada anaknya itu. "maafkan aku, appa...tapi, aku lebih penas

