CHAPTER TIGA PULUH TUJUH

2628 Words

Langkah kaki Ayra memelan. Ia memicingkan mata, menatap seseorang yang berjalan ke arahnya. Ia perlu menatapnya lama-lama untuk meyakinkan diri bahwa laki-laki itu adalah Bara, dengan beberapa sudut wajahnya yang membiru. Laki-laki itu berjalan dengan mantap, tak peduli beberapa pasang mata sempat menoleh ke arahnya dua kali karena melihat wajahnya yang membiru. Seperti biasa, laki-laki selalu percaya diri.            Ayra menelan ludah. Langkah kaki keduanya semakin memangkas jarak. Laki-laki itu sempat menatap ke arahnya sekilas lalu cepat-cepat membuang pandang. Hal yang selalu membuat hatinya terasa nyeri. Namun kini, lebih dari pada itu, ia khawatir pada laki-laki itu. Ia ingin tahu apa yang terjadi pada laki-laki itu.            Saat mereka bersisian, sebelah tangan Ayra menahan t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD