23

1408 Words

**** Bagus! Sampai pagi ini, Aby belum juga menghubungi Meta untuk meminta maaf karena telah meninggalkannya tanpa pamit kemarin malam. Benar-benar kurang ajar. Bocah semprul! Nggak punya perasaan. Jahat! “Sialan, sampe parah gini baper-nya gue gara-gara tuh anak!” Padahal, Meta sengaja loh tidak menghubunginya. Siapa tahu aja Aby diberi ilham untuk lebih dulu melakukannya. Ternyata oh ternyata, tidak sama sekali. Keterlaluan banget kan ya. Selagi asiknya mengunyah buah apel sambil berjalan menuju kamarnya, tiba-tiba tumpukan baju dilempar ke arah Meta dengan cara tidak sopan oleh orang yang Meta harapkan segera ditelan bumi. Siapa lagi kalau bukan Arian. “Apaan sih nih?!” Meta melempar balik tumpukan baju yang bau asam itu ke Arian. “Tolong cuciin, ya. Nanti kalau udah kering, se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD