Bab 22

2022 Words

Kilatan cahaya membelah langit malam yang pekat, diiringi dengan suara petir menggelegar. Semakin menyamarkan erang dan desah yang berpadu dengan suara napas memburu. Fresya terbaring di ranjang besar itu tanpa busana, tubuhnya polos tanpa selesai benang pun yang menutupi. Antares berada di atasnya, menyusuri leher jenjangnya yang berkeringat. Tangannya memeluk tubuh besar yang tidak mengenakan pakaian. Antares melepas bajunya sebelum bergerilya di lehernya, memanjakan kulit lehernya dengan kecupan-kecupan basah. Dingin terasa, juga panas secara bersamaan. Fresya menggigil, dia seperti seseorang yang terkena demam tinggi. Satu erangan lolos dari mulutnya yang terbuka. Matanya yang terpejam perlahan terbuka, mengintip apa yang dilakukan Antares pada tubuhnya. Fresya menahan napas, satu er

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD