Bab 24

2060 Words

Ruang makan menjadi sepi beberapa saat. Tak ada lagi bersuara, keempat hadis itu berpelukan. Mereka saling menguatkan satu sama lain melalui pelukan itu. Mereka baru melepaskannya setelah mendengar langkah kaki yang banyak, mendekat. Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing, setelah merapikan outfit mereka yang tampak kusut. "Selamat pagi, Nona-nona!" sapa Tuan Callisto saat memasuki ruang makan. "Merupakan sebuah kejutan kalian tiba di sini lebih dulu dari kami." Lucia meringis. "Aku terlalu bersemangat, Tuan Callisto!" serunya ceria seperti biasa. "Sampai-sampai tidak bisa tidur nyenyak. Aku ingin cepat-cepat pagi agar bisa segera menjemput penyangga utama Ameris." Callisto duduk di kursinya. Meja itu terlalu panjang jika ia duduk di ujung sana. Dari ujung ke ujung jaraknya lebi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD