Part 1

1482 Words
JOSHUA SMITH Aku tahu mungkin aku terlalu cepat mengambil keputusan. Barbara baru tiga bulan meninggal dunia, namun kali ini aku sudah terang-terangan meminta kesediaan Kelly untuk menjadi istri dan juga ibu bagi Jose, putraku Aku tak punya pilihan lain, menurutku. Kelly Anderson adalah wanita yang aku dan mendiang Barbara pinjam rahimnya untuk mengandung Jose, sehingga hanya perempuan itu sajalah yang saat ini kurasa tepat untuk menggantikan peran Barbara. Belum lagi selama Lima tahun ini, Kelly kuperkerjakan sebagai Nanny untuk Jose, dan tentu saja aku tidak salah bukan jika berpikir seperti itu. Sayangnya dengan tegas ia menolak permintaanku, "Maafkan aku, Tuan. Tapi sebentar lagi aku akan menikah dengan Imanuel. Seandainya Tuan memintaku untuk meminjamkan rahimku lagi untuk mengandung putri Anda, mungkin aku akan segera mengabulkan. Sekali lagi Maafkan aku, Tuan." "Imanuel? Kau berhubungan dengan pengawal pribadiku, Kelly? Sejak kapan? Kenapa aku tidak mengetahuinya?!" Bahkan saat itu juga Kelly menegaskan hubungan dengan Imanuel, bahwa ia akan menikah dengan seorang laki-laki yang menurutku sangat b******k. Laki-laki yang memperkenalkan Kelly saat mendiang Barbara berencana mencari rahim sewaan. "Iya, Tuan. Kami sudah lima tahun ini bersama. Nuel berkata akan segera menikahiku tahun ini," jelas Kelly tanpa mau memandang sedikitpun ke arahku. "Jadi itukah alasanmu menolak permintaanku? Dan memilih menjadi istri dari seorang pengawal pribadiku yang selalu having s*x dengan sejumlah wanita saat ia kuajak ikut ke tempat hiburan untuk bertemu kolegaku? Heh! Kau memang bodoh, Kelly Anderson! Harusnya kau lebih memilihku daripada si bodoh itu tadi, karena kini kuputuskan kau tak boleh lagi berada di mansionku!" "Tapi, Tuan—" "Pergi dan kemasi semua barang-barangmu sekarang, Kelly! Jangan sentuh Jose lagi, karena mulai detik ini dia bukan lagi putramu!" "Jangan, Tuan! Aku—" "KUBILANG CEPAT KAU KELUAR DARI SINI! NUELLL...!" "Iy...ya, Tuan." Imanuel muncul dari balik dengan wajah paniknya. "BAWA KEKASIHMU PERGI SEKARANG JUGA! Jangan kembali lagi, karena kalian berdua sudah tidak lagi bekerja di sini!" Amarahku tak dapat lagi terbendung. Aku tahu ini salah. Ya, sangat salah dan terlihat kekanakan memang. Tidak seharusnya aku bersikap begitu hanya karena Kelly menolak permintaanku. Umurku yang sudah hampir mencapai empat puluh lima tahun, kadang kala membuatku sadar jika aku tak pantas bersanding dengan perempuan muda. Namun, aku tetap tidak bisa menguasai diriku saat penolakan itu kuterima dari bibir Kelly. Dengan langkah cepat, aku keluar dari ruangan kerjaku menuju ke kamar Jose, "Jangan begini, Tuan. Kita masih bisa bicara baik-baik. Tolong jangan pisahkan Jose dariku dan biarkan Nuel tetap bekerja untuk Anda, Tuan. Kumohonnn..." "Lepaskan tanganku, Kelly! LEPASKAN!" "Tolong, Tuan. Aku yang mengandung dan melahirkan Jose." lirih Kelly, membuat langkahku terhenti seketika. Lebih dulu kutepis tangannya yang begitu berani memegang pergelangan tanganku, "Kau sudah kubayar dengan sangat mahal, Kelly! Jangan lupakan kau juga memintaku untuk membiayai pengobatan ibumu yang sedang sekarat saat itu!" Sebelum kata-kata pedas kembali meluncur dari mulutku. Akan tetapi Kelly benar-benar membuatku kesal setengah mati, "Kalau begitu ambil saja tubuhku sebagai bayarannya, Tuan. Nuel tidak pernah menyentuhku sama sekali, karena aku tidak ingin melakukan hal itu jika hubungan kami belum resmi sebagai sepasang suami istri." "Apa kau bilang! Kau benar-benar sialan, Kelly!" BRAKKK... "Tuan, jang— Hemphhh...!" Dan malam itu, aku benar-benar tak kuasa lagi mengontrol gejolak yang sejak lima tahun ini menghantuiku. Kudorong tubuh Kelly untuk masuk ke dalam kamar Jose, dan bibirku dengan cepat membungkam bibir kenyalnya. Aku tak peduli dengan tatapan mata tajam Imanuel yang melihatku mendorong tubuh kekasihnya. Bagiku sudah seharusnya apa yang kuinginkan harus kudapatkan sekarang juga, karena selama ini aku pun memperlakukan mereka demikian. Segala hal yang ia inginkan selalu aku turuti dengan baik tanpa berniat untuk ikut campur sedikit pun, jadi kali ini ia juga harus melepaskan Kelly untukku. Krekkk... "Oh, Tuannn...!" "Kau yang memaksaku, Kelly! Kau yang menginginkan aku memperlakukanmu seperti sampah!" Racauku merobek seragam Nanny yang ia kenakan, sebelum kembali menjelajahkan bibirku di sepanjang leher jenjangnya. Tubuh Kelly bergetar hebat karena mungkin ia begitu takut dengan apa yang kulakukan, tetapi aku tak ingin menghentikan perbuatanku saat ini juga. Aroma lavender yang selalu kucium saat berdekatan dengan putraku, "Tuannn...!" "Kenapa kau berikan aroma ini pada Jose, Kelly! Oh, s**t! Kau sengaja agar aku tergoda bukan! Kau benar-benar sialan, Kelly! Kau tidak akan bisa lepas dariku!" Benar-benar membuatku semakin jauh menyentuh tubuh Kelly. "Arghhh...!" "Astaga! Kemana celana dalammu, Kelly! Apa yang kau inginkan sebenarnya, hah?! Kau berniat menggodaku? Atau kau dan Nuel baru saja selesai bercinta? Heh, lucu sekali! Inikah yang kau bilang tubuhmu sama sekali belum pernah disentuh?" "Aku tidak pernah melakukannya, Tuan! Ta..tadi.. itu ter...tertinggal di dalam ruangan kerjamu. A...aku membukanya se..sebelum mengejarmu dengan harapan aku bisa terus berada di samping Jose dan— Hemphhh..." jujur Kelly dengan manik mata hazel yang benar-benar memabukkan, dan segera kuhadiahi ia dengan satu lumatan panas, sebelum jari-jariku kembali meraba miliknya di bawah sana. Sial! Kelly sangat basah dan membuatku benar-benar lupa diri. Tak kuat berlama-lama mengangkat satu kakinya, "Arghhh...! Tuan!" Aku memilih mengendongnya untuk naik ke atas tempat tidur dan tidak memedulikan keterkejutannya. "Hei! Di mana putraku!" "Di..dia ingin ti..tidur di dalam box bayinya, Tuan. Ta..tadi Jose sendiri yang—" "Anak yang baik! Kau lihat! Dia memberiku izin untuk membuatmu benar-benar menjadi ibunya, Kelly. Apa kau tak memikirkan tentang itu?" Aku memotong omongan Kelly dengan sedikit mengejek. "JOSE MEMANG PUTRAKU! Dokter bilang benih yang Nyonya Barbara miliki kurang sehat akibat kanker itu dan ia memintanya dariku!" Tetapi Kelly dengan cepat meluapkan semuanya, setelah wajah berapi-api itu ia tunjukkan lebih dulu. "Kelly, Kau—" "Itu memang kenyataan yang sebenarnya, Tuan. Maafkan kelancanganku, tapi aku tak bisa menyembunyikannya lagi saat ini. Hiks..." Lalu Kelly menangis di bawahku. Oh Tuhan! Apa lagi ini? Haruskah aku bersedih dengan kenyataan mendiang Barbara begitu baik padaku, dengan mengabulkan apa yang aku inginkan sejak lima belas tahun lalu? Sementara, aku begitu bahagia mendapati kenyataan jika Kelly akan begitu mudah aku dapatkan. Apa yang sebenarnya terjadi padaku? "Lalu apa yang membuatmu menolakku tadi, Kelly? Aku tidak menerima penolakan. Itu yang harus kau ketahui dariku mulai detik ini!" Untuk sekedar mengucapkan maaf dan terima kasih saja, bibirku terasa sangat kelu untuk melontarkannya. Sampai-sampai Kelly harus kubuat kembali menitikkan air mata. Alhasil kedua tanganku pun dengan cepat membawa Kelly untuk mengganti posisinya dari terbaring menjadi sama-sama terduduk sepertiku, "Menikahlah denganku, Kelly. Aku berjanji akan membuatmu menjadi wanita paling bahagia di muka bumi ini, dan tentu saja Jose juga begitu." Lalu sekali lagi aku memintanya untuk menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Di luar dugaan, Kelly dengan cepat menganggukkan kepalanya, dan bersedia menjadi pengganti posisi Barbara di rumah ini, "Baiklah, Tuan. Lakukan apa pun yang Tuan mau agar Jose tetap bisa bersamaku." Tapi manik hazel miliknya masih saja meredup, dan itu sama sekali bukan Kelly yang aku kenal selama ini "Apakah dia terpaksa menerimaku? Sebegitu cintanya kah dia pada Imanuel yang jelas-jelas selalu tidur dengan banyak wanita?" Tanya suara dalam hatiku. "Maaf, Tuan. Apakah Tuan tetap ingin menyentuhku? A..ku... Aku ingin... Aku ingin kembali ke kamarku bila tidak ada lagi yang akan dikerjakan." Yang lantas disahuti oleh suara Kelly setengah terbata setelahnya. Oh, s**t! "Ah, ya. Ki..kita sudah selesai. Aku... Em, maksudku... Kita bisa melakukannya setelah hubungan ini diresmikan," sahutku, yang tentu saja terdengar begitu menggelikan. Pelan tapi pasti, kulihat Kelly dengan tingkah kikuknya turun dari tempat tidur Jose menuju ke pintu. Ikut beringsut dari tempat tidur, lagi-lagi egoku berteriak dalam d**a dan membuat sejumlah perintah untuk Kelly, "Kau jangan tidur di kamarmu lagi, Kelly! Tidur saja di kamarku dan kunci pintunya jika kau merasa khawatir!" "Tapi, Tuan—" "Namaku Joshua Smith, Kelly Anderson. Kalau kau ingin kuperjelas, aku adalah calon suamimu dan tolong jangan memanggilku dengan sebutan tuan lagi, karena aku tidak suka itu! Cukup sebut aku Jo, dan itu berlaku selamanya mulai detik ini!" Karena aku menginginkan Kelly terbiasa dengan semuanya. "Baiklah, Jo. Selamat malam." "Ah, s**t! Siapa yang menyuruhnya menegurku dengan memasang senyuman itu, huh? Sialan! Dia benar-benar membuatku gila!" Dan aku mendapatkannya saat itu juga dari bibir kenyal Kelly, hingga membuat isi kepalaku terasa berputar semuanya. Aku tahu selama lima tahun belakangan Kelly-lah yang kerap membuatku sering berfantasi liar di tengah kondisi Barbara sudah tak lagi bisa melayaniku. Aku jarang mendapatkan hasrat kelaki-lakianku berfungsi dengan baik, karena ia seperti mantra yang membuatku tidak bisa mendapatkan pelepasanku dari wanita lain, termasuk Barbara. Tak ingin memperumit keadaan lagi, kuputuskan untuk melangkah menuju ke lantai dasar mansion dan meneriakkan nama Imanuel, "NUELLL...!" "Iy...iya, Tuan." "Kita perlu bicara. Aku akan menikahi Kelly Anderson dalam waktu dekat, jadi saat ini kupastikan hubunganmu dengan calon istriku berakhir sampai di sini. Kau paham!" "Ba..baik, Tuan. Aku mengerti!" "Bagus! Kau memang harus mengerti karena jika tidak, kupastikan kau tak akan pernah bisa berada lagi di dunia ini selamanya!" Sebab aku sudah tak lagi bisa menunggu terlalu lama. Aku tak peduli reaksi apa yang akan Imanuel tunjukkan di belakangku nanti, karena kini yang terpenting adalah Kelly Anderson segera menjadi milikku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD