Tiga hari telah berlalu sejak kejadian "martabak" malam itu. Hubungan Ziva dan Damar terasa semakin aneh—ada kecanggungan yang manis, namun juga ada dinding transparan yang belum bisa Ziva tembus. Sore itu, Damar sedang ada operasi darurat. Ziva yang baru pulang kampus memutuskan untuk mampir ke ruang kerja Damar di rumah sakit untuk mengambil kunci apartemen yang terbawa pria itu. Ruangan itu sepi, hanya ada aroma parfum Damar yang tertinggal. Ziva mendekati meja kerja besar yang tertata rapi. Di sana ada beberapa jurnal medis tebal dan stetoskop. Namun, perhatian Ziva teralihkan pada sebuah laci yang sedikit terbuka. Karena rasa penasaran yang besar (ciri khas Ziva), dia menarik laci tersebut. Di dalamnya, tidak ada peralatan medis. Hanya ada sebuah kotak kayu kecil bermotif ukiran ja

