Rasa yang tidak bisa disangkal

1464 Words

Setelah acara inti selesai, keramaian mulai beralih ke ruang makan. Davendra melihat kesempatan saat Alya sedang menggendong Zulfa sendirian di teras belakang yang asri. "Apa kabar, Dek?" tanya Davendra lembut, muncul dari balik pilar. Alya tersentak, namun tetap berusaha tenang. "Baik, Bang," jawabnya singkat tanpa menoleh. "Abang lihat kamu makin dewasa sejak pulang dari Jepang." Alya tersenyum kecut. "Iya, harus dewasa biar nggak gampang baper lagi. Ngomong-ngomong, Abang sudah punya anak berapa? Mas Damar sudah dua, Mas Alvian juga sebentar lagi bayinya lahir." Davendra mendekat, suaranya merendah. "Abang belum nikah, Dek. Pacar Abang yang dulu itu selingkuh. Kita udah putus." "Oh gitu? Terus nggak cari pacar lagi, Bang?" tanya Alya datar. "Yah, nyari sih, tapi belum ketemu ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD