Pagi hari pun tiba tentu saja papi was was Anggita akan muncul kehadapan nya. Cia pun sudah rapih dan bersiap bergegas menuju resto hotel untuk sarapan. Papi hanya bisa menegang di tempat mereka makan. Cia pun berkeliling mencari makanan yang akan ia santap pagi hari ini, sedangkan papi menunggu di kursi sambil meminum secangkir kopi hangat yang sudah di bawakan oleh Cia. tak lama pundak papi pun di tepuk, tentu saja papi sudah merasa tak enak hati, tepukan di pundak itu pun di iringi suara yang tak asing ia dengar. ketika mendengar suara wanita yang menegur nya papi pun terasa lemas, berharap Anggita pergi dan Cia tak melihatnya. dan posisinya Anggita sekarang berada menghadapnya. "Kan aku bilang aku tahu kamu dimana" Anggita lalu duduk menggerserkan kursi, Papi pun masih berada

