Hidup Kedua Valeri : Kolam penuh gairah

1009 Words

Restoran hotel bintang lima itu terasa kaku ketika Ronny masuk dengan jas abu-abu elegan. Tangannya masih memegang map berisi draft proyek, tapi matanya langsung mencari sosok yang sejak pagi terus menghantui pikirannya—Cintia. Begitu pintu ruang privat dibuka pelayan, Ronny nyaris tercekat. Di dalam sudah duduk Sam dengan sikap wibawa, sementara di sampingnya Cintia melambaikan tangan lembut. Rambutnya digelung setengah, gaun hitam selutut menonjolkan lekuk tubuhnya, dan belahan dadanya terbuka berani. Lipstik merah menyala membuat senyumnya tampak berbahaya. “Selamat sore, Ronny,” sapa Cintia dengan suara lembut yang menusuk. Ronny menelan ludah. “S-sore, Bu Cintia. Pak Sam.” Sam hanya mengangguk datar, menyilangkan tangan di d**a. Sorot matanya seperti ingin berkata: jangan macam-ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD