Hidup Kedua Valeri : Bilas Aku Sam

1119 Words

agi itu cahaya mentari menembus tirai tipis apartemen Sam, memercikkan kilau keemasan di setiap sudut ruangan. Aroma roti panggang dan tumisan sayur yang baru matang samar-samar memenuhi udara. Cintia—dalam tubuh Valeri—sudah bangun jauh lebih awal. Dengan cekatan ia menata sarapan di meja minimalis: omelet keju, roti hangat, dan kopi hitam. Tak lupa vas mungil berisi bunga mawar putih ia letakkan di tengah meja, memberi sentuhan manis. Setelah ruang tamu ia rapikan, ia memutuskan untuk memanjakan diri. Air hangat memenuhi bathtub, ditaburi busa wangi vanilla. Rambut panjang Valeri ia biarkan terurai, kulit pucatnya berkilau lembut di bawah cahaya lampu kamar mandi. Ia bersandar, memejamkan mata, membiarkan setiap tetes air meluruhkan penat yang ia simpan sejak semalam. Sementara itu, di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD