Setelah mandi dan membersihkan diri aku pun langsung mengambil bantal dan selimut untuk tidur di ruang tamu. Mana mungkin aku tidur seranjang dengannya, kemarin kan tidak sadar kan diri jadi aku mau gak mau menikmati ketidak sadaran ku kemarin malam. Dan selesai mandi aku pun berharap papi datang dan menggoda ku malam ini, ah apa sih yang ada di pikiran mu Cia kok jadi gatel, walaupun aku ingin tetap saja tak boleh ku mengikuti jejak wanita penyihir itu. "Loh kamu pindah dari kamar cia? Kenapa malah di ruang tamu? Masuk kamar saja sini" ucap papi sambil membuka pintu kamar nya agar aku segera masuk. Jantung ku berdegup dan kegeeran ku pun merasuki otak ku, berharap aku tidur dengan sentuhan hangat peluk oleh papi. Ah lamunan ku kembali mengotori otak ini, sungguh jika mengingat malam

