Sentuhan Anak Tiri ku : Bawa aku pergi

1257 Words

Mobil melaju memasuki jantung kota metropolitan. Gedung-gedung tinggi menjulang seperti cermin raksasa, memantulkan cahaya pagi yang berkilau. Jalanan sibuk, klakson bersahutan, manusia berpakaian rapi berlalu-lalang dengan langkah cepat—dunia yang selama ini hanya Nia lihat dari layar ponsel murah di kampung. Matanya menempel di jendela mobil. Lampu lalu lintas, papan iklan raksasa, butik-butik berkilau—semuanya terasa asing dan memukau. Kota ini hidup. Kota ini bernafas. Dan entah mengapa, ia merasa kecil sekaligus penasaran di dalamnya. Mobil berbelok ke sebuah kawasan elit. Jalanan mulai lengang, pepohonan berjajar rapi. Gerbang besi hitam menjulang terbuka perlahan, memperlihatkan sebuah rumah besar—lebih pantas disebut istana. Halaman luas terbentang, rumput hijau terawat, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD