"Bangun sayang sudah pagi, hari ini jadwal me time kamu ya. aku sudah siapkan tempat ter nyaman untuk mu, biar besok kamu lebih segar, by the way teman mu kapan sampai?" tanya papi yang semangat sekali membangun kan ku padhal matahari pagi belum terbit. "nanti siang, sudah di hotel eh iya kita resepsi bukan di tempat ini kan? aku lihat tidak ada aula atau lapangan luas di sekitar sini" tanya ku heran, entah kenapa papi selali merahasiakan padahl ini sudah H-1 dan besok aku menikah dengannya. senyum meledek di layangkan oleh nya pria setengah tua yang akan menikahi ku besok, seolah - olah meledek tidak akan memberitahuku. " aku hari ini me time kan terus kenapa kamu bangun aku pagi begini pih" sambil memgucek mata ku yang masih sepet aku pun mencoba membangunkan badan ku yang lemas ke

