"DIMANA ANAK KU, HANYA ITU YANG SYARAT YANG KU MAU!!!" Terikan Anggita dengan cepat menghentikan langkah papi, papi pun kemudian membalikan badanya ke arah anggita. "Dia ada dan dekat dengan dirimu" papi kemudian berjalan dan menuju pintu apartemen, Anggita pun kagey ternyata papi tak menghampirnya kembali. anggita hanya duduk dan melamun, memikirkan ucapam dari Harry, "Apa cia anak ku? jika ku lihat memang wajahnya mirip dengan ku, tapi kenapa cia? tapi jika benar cia adalah anak kandung ku, aku harus benar benar memisahkan nya dari harry, aku tak mau jika sampai harry menyakitinya seperti dia menyakiti diri ku. aku harus mencari tahu kebenarannya, lebih baik aku segera pergi ke kampung halaman ku dan memulai semuanya di sana" Seolah tak mau menerima tentang apa yang di katakan

