Mahluk Tak Kasat Mata ( Part 2 )

2000 Words
Berlanjut dari kisah sebelumnya, yang pada saat kejadian itu saya menceritakan semuanya kepada ibu saya apa yang saya alami barusan di kamar mandi. Akhirnya di hari itu saya melanjutkan untuk tidur di kamar ibu saya, saya pun dengan wajah yang masih pucat dan gemeteran serta berjalan menuju kamar ibu dengan memegang erat tangan ibu saya. " Dahh sekarang tidur besok kamu sekolah, awass jangan lupa baca doa nanti dimimpiin loh! " ( saut ibu saya menakut -nakuti sambil tersenyum) " Ahhhh apaan sih mah gak lucu ah! " ( timbal saya yang saat itu masih ketakutan) . Saya pun menarik selimut dan melanjutkan untuk beristirahat.. Akhirnya Pagi pun tiba, ibu saya sudah menyiapkan sarapan untuk saya santap sebelum berangkat sekolah, di meja makan saya pun sempat mengobrol dengan ibu saya. "Mah nanti pulang sekolah ceritain yahh? , mamah juga pernah ngedenger sendiri apa yang fajar denger semalem? . ( tanya saya kepada ibu saya). " Yaudah nanti ajah sekarang kamu berangkat sekolah dulu nanti mamah cerita, yang fokus belajarnya jangan lupa baca doa sebelum pergi hati - hati berangkat sekolah nya " ( timbal dari ibu) . Akhir nya saya pun pamitan untuk pergi kesekolah,kebetulan jarak dari rumah saya kesekolah saya 1 km, saya memilih tidak untuk sekolah di lingkungan rumah saya yang memang sih jaraknya deket mungkin 100 meter sampai, namun pikir saya ya pengen ajah gitu aga jauh dari rumah saya sekolahnya supaya dapet pengalaman baru. sesampai nya disekolah betul saja saya tidak fokus dihari itu, bahkan rasanya ingin cepat-cepat pulang sekolah padahal baru saja masuk, saya disaat itu terkesan lebih banyak diam dan tidak terlalu memperhatikan ketika ibu guru sedang menjelaskan pelajaran , meskipun banyak teman - teman saya yang bertanya termasuk teman sebangku saya?. "Suttt. Suttt. Ada apa loh? Tumben banget pendiem gini lagi ada masalah biasanya begitu masuk kelas suka becanda atau ngobrol-ngobrol dulu kek? " Tanya teman sebangku saya yang merasa heran di hari itu. Saya pun tidak menceritakan apa yang saya alami. " Gak papa bro, mungkin ngantuk ajah kali " ( timbal saya menjawab pertanyaan teman saya) Akhirnya singkat cerita. "Teettttt.... Tettttt"( suara bel) Suara bel pun berbunyi menandakan waktunya pulang sekolah, saya pun bergegas merapihkan buku - buku saya dan ingin rasa nya cepat cepat pulang kerumah untuk mendengar cerita ibu saya. " Broo gua kek nya duluan balik kerumah, sorry yah gak bisa ikutan main bola dulu " ( tegur saya kepada teman sebangku saya) " Ohh gitu siappp, yaudah hati - hati lu di jalan ( jawab teman saya yang merasa aneh pada hari itu melihat saya tidak seperti biasanya) . Saya pun bergegas pulang kerumah. Sesampainya dirumah. " Tok... Tok... Tok" ( suara ketukan pintu) . " Asalamualaikum mahhh " ( ucap saya memanggil ibu saya) " Walaikumsalam, ehhh udah pulang sana salin pakaian terus solat udah itu makan yahh "( saut ibu saya) . " Iya mah, nanti jangan lupa lohh ceritain mah apa yang mamah mau ceritain malem tadi" ( timbal saya) ". " Iya-iya gih sana salin" ( saut ibu saya lagi) . Saya pun beranjak kekamar untuk salin lalu dilanjutkan sholat terlebih dahulu. Terlihat ibu saya sudah menyiapkan makanan di meja makan. " Jarr, sini makan dulu " (ibu memanggil) . Saya pun pergi ke meja makan,sambil menyantap makanan dengan rasa di dorong penuh penasaran akhirnya saya pun menanyakan kembali kepada ibu saya. "Mahh yaudah ceritain apa yang mau mamah ceritain?" ( tanya saya dengan rasa penasaran) " Yaudah mamah ceritain"( saut ibu saya ) Saya pun di situ mulai serius menyimak cerita ibu saya sambil menyantap makanan. " Jadi gini, dulunya kantor pos itu bangunan bekas klinik bersalin / ibu - ibu melahirkan , jadi disaat mamah mungkin masih kecil, seumuran kamu juga lah,mamah tau sebelum pada akhirnya sekarang sudah berubah menjadi kantor pos, Dulu daerah kita ini masih sawah-sawah , belum seperti sekarang yang udah banyak jalan sekolah-sekolah , mamah pun dulu sering banget dapet cerita dari nenek kamu, bahkan ceritanya udah turun-temurun!, rata-rata orang tua sekitar wilayah rumah kita udah gak aneh sama klinik bersalin itu ya lumayan cukup angker hingga akhirnya pada saat ini sudah berubah menjadi kantor pos. Dulu cerita yang paling terkenal yang pernah mamah denger dari nenek dan kakek kamu , dan para orang tua yang berada di sekitar daerah kita itu ada sebuah kejadian peristiwa di klinik itu pokonya banyak banget kejadian yang janggal ! , salah satunya, Yang dimana pada saat itu menurut cerita nenek kamu, ada ibu-ibu yang mau melahirkan saat itu ditemani dengan suaminya datang untuk melahirkan di klinik samping rumah kita ini. Konon katanya ada sebuah kamar persalinan yang sama sekali tidak boleh diisi mau sepenuh apapun pasien nya pokonya kamar itu jangan diisi ajah, Nah pada saat itu semua kamar sudah penuh terisi ! dokter pun awalnya ingin menolak pasien ibu itu dan ingin merujuknya ke klinik lain karena pada saat itu kamar sudah penuh, Singkat cerita dokter itu pun bingung karena ini udah tahap pembukaan akhir yang bener bener gakan lama lagi bakal melahirkan. Akhirnya si dokter mengambil keputusan, dengan keputusan yang amat berat dokter pun menyarankan untuk memakai kamar satunya yang tidak boleh di pakai menyuruh kepada perawat-perawat / bidan yang saat itu berjaga waktu malam hari , namun ya pastinya gak bakal di jelasin kepada pasienya bahwa sebener nya kamar ini sengaja di kosongin dan gak boleh di pakai. Nenek fajar pun, sama orang-orang sekitar awalnya tidak mengetahui kenapa tidak boleh dipakai? Sama orang - orang wilayah rumah kita juga awalnya gak ada yang tau kenapa kamar itu gak boleh di pakai . Namun nenek dan kakek kamu baru tahu juga begitu buyut kamu menceritakan lebih lanjut ke nenek sama kakek kamu! Singkat cerita ibu itu melahirkan di kamar itu, bener saja!!! Menurut cerita nenek kamu,ibu dan suami yang berada di kamar itu di gangguin cukup lumayan extream yang dimana katanya penunggunya itu berinteraksi dengan cara menggeser benda benda bahkan sampai di tampakin wujud nya pocong, wanita menggendong bayi, hingga suara anak-anak kecil yang lagi main seperti kejar-kejaran, yang membuat mereka baru beberapa jam dikamar itu setelah proses melahirkan itu ,merasa gak nyaman bahkan sampai keluar dan teriak teriak ke luar pergi memanggil bidan yang jaga ingin pindah kamar pada saat itu , Akhirnya terungkap kamar itu kenapa selalu tertutup rapat bahkan tidak boleh di pakai atau ditempati ! Jadi konon katanya jauh ditahun sebelumnya tepatnya 5 tahun kebelakang di tahun itu, tempat itu konon katanya bekas di jadikan tempat aborsi ilegal oleh oknum sebelumnya yang menyalah gunakan tempat bersalin itu! Yang dimana pada masa itu terdapat sebuah laporan kepada polisi yang melaporkan anak nya meninggal di klinik itu yang membuat 1 warga pun ikut geger , usut punya usut ternyata ibu yang melaporkan anaknya yang meninggal itu, terkejut bahwa anak nya hamil dan ternyata mau menggugurkan anaknya ditempat itu jadi nyawa ibu yang menggugurkan juga gak ketolong karena usia kandungan yang lumayan aga besar, maka polisi datang mulai melakukan investigasi kesemua nya dan menangkap semua pegawai yang berada di klinik itu pada saat itu juga, dan justru pemilik klinik nya pun gak tau bahwa klinik dia di pakai tempat aborsi sama oknum oknum pegawainya yang pada saat itu menyimpan sebuah rahasia yang tidak di ketahui pemilik klinik itu. Nahh hebohhh lah satu kampung , dulu tempat kita ini masih kampung jarr masih banyak sawah sawah.. Percis seperti suasana perdesaan / perkampungan. Setelah dilakukan penelusuran. (Sebelum melanjutkan ceritanya ibu saya sempat memberi tahu kepada saya) . Tapi sebelumnya kamu jangan takut janji pokonya harus positif ajah, mamah bukan mau nakut nakutin kamu, jadi kamu supaya belajar lebih mendekatkan diri sama Tuhan yang Maha ESA, agar supaya berdoa untuk setiap melakukan aktifitas apapun itu, janji yah jangan takut? Awas ajah kalo sampai minta anter kekamar mandi! ( sejenak ibu bertanya kepada saya dan memberhentikan ceritanya ) . " Iya, iya mahhhh, sautt saya karena rasa semakin penasaran akan cerita ibu saya dan ingin cepat cepat supaya ibu saya melanjutkan ceritanya" Yaudah mamah lanjut yah..... Nah jadi janin janin yang bekas di aborsi itu janinya di kubur percis dibelakang klinik itu yang sekarang kita tahu kebun belakang kantor pos, jadi saat itu pokonya klinik ditutup sementara dan di lakuin penelusuran ternyata ada beberapa janin yang di kubur di kebun itu dan berhasil ditemukan serta di pindahkan ketempat yang layak / bisa disebut melakukan pembersihan dan melakukan investigasi lebih dalam , pada moment itu 1 warga didaerah sini menyaksikan proses itu semua termasuk nenek ,sama kakek kamu yang waktu itu berprofesi sebagai petani sekaligus hansip di daerah sini,Makanya kamar itu gak boleh di pakai! Karena bekas kamar aborsi!!.. (Naudzubillah min dzalik) Hingga akhirnya sempat mau ditutup permanen sama pihak polisi waktu itu warga sekitar juga mulai banyak tidak setuju jika harus beroprasi kembali nantinya , namun pemiliknya disaat itu melakukan doa bersama di klinik tersebut, bersama 1 warga kampung daerah sini dulu nya serta menjelaskan dan meyakinkan lagi kepada warga sekitar daerah sini, serta pemiliknya melakukan negoisasi yang dimana seluruh pegawai barunya nanti semua diseleksi secara ketat oleh pemilik kliniknya dan melakukan surat perjanjian kepada pihak polisi pada masa itu, jika benar - benar terjadi lagi pemilik nya itu lah yang akan jadi tersangka dan di penjara serta secara resmi klinik nya di tutup permanen. yang dimana 3 tahun sesudah kejadian itu awalnya sempat kosong dulu dan disegel sementara pada akhirnya di buka kembali. Namun cuma beberapa tahun saja beroprasi lagi hingga akhirnya berita nya mulai tersebar dan klinik itu secara resmi tutup sempat di ratakan menjadi tanah hingga di bangun kembali yang sekarang menjadi sebuah kantor pos. Jadi begitu cerita dari alm nenek kamu,alm kakek kamu yang pernah mereka ceritakan juga kepada mamah dan ke anak - anak lainya, " Janji yah gak takut awass ajah kalo sampai minta anter " Tanya ibu saya mengakhiri ceritanya. " Astagfirullah saya pun replek...dengan perasaan kaget dan terkejut, iya iya mah insyallah tapi kalo malem mah gatau lah mungkin bakal minta di anter udah tau ceritanya kalo kaya gini " ( saut saya ke pada ibu saya) Seketika ibu saya pergi kekamar dan mengambil album foto masa kecilnya serta kembali ke meja makan, dan menunjukan foto foto masa kecil ibu saya yang dimana background atau latar belakang lingkungan rumah kita pada masa dulu terdapat sawah-sawah dan gubug gubug kecil percis seperti suasana di kampung, yappp meskipun fotonya hitam putih namun detailnya masih bisa terlihat, bahwa benar bahwa lingkungan tempat saya sebelum ramai dan banyak berdiri bangunan pada masa sekarang ternyata dulunya percis sebuah perkampungan yang dimana masih terdapat sawah disekelilingnya, dan memiliki kisah mistis di jaman dulunya. Ibu pun melanjutkan ceritanya kembali " Mamah juga sering kok ketika malam kalo mau kekamar mandi denger suara suara yang kamu denger semalem, kaya suara yang nyapu pake sapu lidi, tangisan anak bayi, anak - anak lari lari di samping rumah kita / di kebun kantor pos ,tapi alhamdulillah mamah gak pernah di wujudin langsung atau ngelihat mahluk mahluk nya secara langsung amit-amit lah semoga jangan " . Pokonya inget ajah pesan mamah selalu berdoa dan selalu berpikir yang positif jangan terlalu fokus pada cerita dulunya kantor pos itu kaya gitu dan pokonya jangan mikir macem-macem selalu berpikir positif saja dan selalu berdoa mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa , insyallah mereka gakan gangguin kita . Pada hakikatnya derajat kita lebih tinggi dari mereka ! . cukup kita tau ajah kalo ternyata mereka itu ada , udah cukup disitu gak perlu mikirin kemana mana lagi ( ujar mamah saya mengakhiri cerita saat itu dan mencoba menghibur saya dan menenangkan hati saya) . Mungkin kisah pertama awal dari pengalaman mistis ini berakhir disini meskipun gangguan hanya berupa suara sudah pasti jelas menyebabkan saya mulai aga sedikit rasa degdegan, dan bikin bulu kuduk merinding setiap ingin pergi kekamar mandi namun seiring berjalan waktu sudah kembali normal dan biasa saja berkat apa yang disampaikan pesan dari ibu saya , kita lanjut di kisah selanjutnya di part berikutnya yang lebih menegangkan, mencekam, heran , degdegan, bertanya - tanya . Yang pastinya!!!!! Ingat " Mereka ada sekitar kita! " Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD