Bab 33

2114 Words

Suara ketukan tak sabar yang berasal dari arah pintu depan membuat Kevin bangun tergesa. Matanya yang dibuka secara paksa berkedip beberapa kali. Sungguh, ia sangat mengantuk, tapi suara ketukan keras itu terlalu mengganggu. Tadi malam ia tidur sedikit lebih malam dari biasanya. Rencana untuk langsung tidur setelah pertemuannya dengan Arsen Dirgantara tadi malam, diurungkan. Ia lupa belum menyiapkan berkas-berkas yang akan dibawa Juna pada pertemuan hari ini. Omong-omong soal Juna, ia belum mengecek keadaan sahabatnya itu. Semoga Juna baik-baik saja, masih ada beberapa pertemuan yang harus dihadirinya, dan tidak bisa diwakilkan kehadirannya. "Wait a minute!" teriak Kevin dari balik pintu. Setiap kamar di hotel ini dipasangi peredam suara agar suara dari luar kamar tidak mengganggu keny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD