Pria dengan tinggi lebih dari enam kaki itu melangkahkan kaki tergesa. Sesekali ia memperbaiki letak kacamata hitamnya yang sedikit bergeser. Situasi bandara yang ramai membuatnya tak bisa melangkah lebar seperti biasanya. Di sampingnya, pria tampan lainnya berjalan mencoba menjajari langkahnya yang terkesan buru-buru. Ponsel menempel di telinganya, ia terus berbicara sambil berusaha memberikan jalan pada pria jangkung di sebelahnya. Sebuah mobil sport berwarna hitam sudah menunggu di depan pintu masuk bandara. Keduanya langsung masuk tanpa mengucapkan apa-apa. "Anterin Kevin ke apartemennya dulu, Pak Joni!" pinta Juna pada sopir yang menjemputnya sebelum fokus pada ponselnya. Sengaja Juna meminta sopir keluarga untuk menjemputnya, ia masih lelah setelah lebih dari delapan belas jam di

