"Kamu nggak apa-apa, 'kan, Be? Maaf, nggak sempat pamit sama kamu. Mommy nelpon pagi-pagi buta, minta aku siap-siap. Katanya, pesawat yang jemput aku bentar lagi dateng. Aku pergi jam empat pagi." Diva tetap cemberut meskipun Juna sudah menjelaskan alasannya kenapa tidak pamit padanya. Pipinya menggembung, bibir mengerucut. Tak peduli akan disebut anak kecil, dia hanya ingin menumpahkan kekesalannya pada pria yang saat ini terhubung melalui panggilan video, dengannya. Pukul sebelas siang, saat dia baru keluar dari kamar mandi. Sebab tak ada siapa pun yang membangunkannya, dia terlambat bangun hari ini. Ketika membuka mata, melihat ke jam dinding ternyata sudah lewat pukul sepuluh pagi. Padahal tadi malam dia tidak begadang, tidurnya di jam seperti biasa. Namun, tetap saja dia bangun lebih

