Bukan Keluarga Ideal

1403 Words

Kini ia sedang berada di sana. Di rumah favoritnya yang lain, setelah rumah Leandra. Ia memutuskan untuk pergi ke sini, karena sudah tidak menganggap rumah Leandra sebagai tempat tinggal yang aman. Romza menatap senyuman mereka. Senyuman - senyuman polos, serta celoteh yang lucu nan tulus. Tanpa sadar Romza juga ikut tersenyum. Sejak dulu saat ia merasa kecewa, merasa kesal, merasa hidupnya begitu tak adil ... Romza sering keluar untuk mencari hiburan. Dan ia paling senang melihat anak - anak kecil bermain dengan cerianya. Tertawa dengan begitu polos dan murninya. Semua itu seakan membuat rasa sakit di hatinya menguar begitu saja dengan begitu ajaib. Karena hidupnya jarang berinteraksi dengan suasana luar, lebih banyak dihabiskan di rumah sakit, ia jadi tak bisa leluasa melakukan apa pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD